Ini cerita malam tentang aku dan dingin, dingin malam itu pelan-pelan menusuk kejam menyengat sampai ke tulang melalui pori-poriku. Pelukan malam tak berpihak padaku ketika menggigil menghampiriperjalananku malam itu. Tenggorokan ku kering layaknya bumi yang tak pernah terguyur hujan dan akupun berhenti di tengah lalu lalang kendaraan menghampiri supermarket dan membeli sebotol minuman berwarna keruhtak bening, dan hauspun hilang seketika, tapi dinginmalamitu terus saja membelai tubuh ku. Ooooo.... ia sebubukus rokok sampurna di jok motor, aku pikir ini bisa menghangatkan ku walau tak sehangat yang ku inginkan. Dan sebatang rokok habis sepanjang perjalanan namun dingin masih melekat di tubuhku. Ia aku butuh kehangatan, ini bukan hangat tapi pedes. Aku telah sampe tujuan dan menghampiri pedangang cilok yang sedang memukul sebuah mangkok memakai sendok seperti suara lonceng masjid dekat kos ku, dan ku membeli bola daging itu dan memakannya saat itu aku mulai kepedasan yangdahsya...
Komentar
Posting Komentar